Select Page

Pernahkan Anda memiliki pengalaman yang kurang munyenangkan saat menikmati secangkir kopi? … Mungkin Anda pernah memesan secangkir kopi Latte tapi Anda diberi secangkir kopi Cappuccino atau malah Flat White, bagaimana perasaan Anda ?… kecewa bukan ?…
Iya, meskipun ketiganya memiliki Tampilan yang hampir sama, tetapi jika kita cermati lebih dalam, ketiganya jelas sama sekali berbeda. Pasti Anda bertanya, Lalu apa bedanya Cappuccino, Latte dan Flat White?… Jawabannya terletak pada bagaimana masing-masing minuman ini disiapkan atau disajikan. Anda juga perlu mengetahui seberapa paham baristanya telah dilatih karena terkadang ada yang menjawab sama… padahal sangat berbeda. Jika ada jawaban tersebut, maka saya balik bertanya “ jika sama mengapa namanya berbeda ?
Meskipun sama-sama terbuat dari Espresso dan susu, namun kita dapat membedakan dari jumlah takaran susu dan banyaknya foam yang ditambahkan ke dalam espresso. Karena Banyaknya susu yang ditambahkan ini akan turut memengaruhi rasa minuman yang disajikan. Sehingga karenanya, sekali lagi, (rasa) Cappuccino, Latte dan Flat White tentu saja tidak sama.

CAPPUCCINO
kita bisa dengan mudah mengenali kopi yang satu ini, dengan tampilan foam banyak yang biasanya di-
garnish dengan bubuk coklat. Namun, yang membuat minuman ini menjadi khas bukan sekadar froth susu saja. Secara anatomi  atau bentuk luar yang bisa kita amati, Cappuccino bisa diilustrasikan menjadi 3 bagian seperti:
∙ 1/3 espresso
∙ 1/3 steamed milk
∙ 1/3 milk froth

Jadi minuman itu dikatakan sebagai Cappuccino apabila ia memiliki takaran yang sama untuk setiap komposisinya (espresso, susu steamed, dan froth susu). Untuk mengenali apakah minuman itu adalah cappucino, kita umumnya akan merasakan foam yang agak tegas dan bold di saat pertama tegukan, lalu diikuti kopi dengan rasa Milky yang kuat setelahnya. Yang juga perlu diketahui, cappucino tidak memakai art di permukaannya.

LATTE
Kopi yang disajika dengan komposisi rasa yang cenderung Milky atau kuat rasa susunya. Kunci paling mendasar dalam membuat Latte adalah pada proses steaming susunya. Umumnya, proses steaming susu ini berfungsi dua hal. pertama, memanaskan susu hingga mencapai temperatur tertentu sesuai dengan yang diinginkan. Kedua, untuk menghasilkan micro foam. Dengan kata lain, foam dalam Latte biasanya cenderung halus dan tidak tebal.
Komposisi Latte bisa diuraikan sebagai berikut:
∙ Double shot espresso (sekitar 60 ml).
∙ Susu yang di-steam, biasanya hampir secangkir penuh.
∙ Micro foam kira-kira hanya setebal 1 cm di lapisan atasnya.

Untuk memastikan apakah minuman itu adalah Latte, sejak pertama teguk kita akan langsung merasakan kopi yang terasa begitu Milky.

FLAT WHITE
Flat White adalah minuman yang cenderung subjektif, dan variasinya tergantung pada negara atau café mana yang Anda kunjungi (kecuali Inggris, karena Inggris memiliki “racikan” khusus mereka sendiri untuk Flat White). Secara garis besar, Flat White terdiri dari textured milk dan espresso. Beberapa barista mungkin menggunakan takaran susu yang lebih sedikit dibandingkan dengan Latte.
Umumnya, Flat White disajikan dengan dua variasi:
∙ Tanpa foam. Variasi ini adalah yang paling sering digunakan di banyak café dimana espresso (dalam shot stAndar) dikombinasikan dengan susu yang di-steam.
∙ Dengan foam. Sementara variasi ini adalah yang cukup umum disajikan terutama oleh specialist coffee shop. Metode ini benar-benar menuntut keahlian dari baristanya, karena pada saat membuat textured milk-nya, si barista harus membuat micro foam yang benar-benar halus namun kerasa.
Kunci utama untuk merasakan perbedaan Flat White ini adalah ketika meminumnya, kita akan merasakan kopi yang cenderung kuat namun tetap ada sedikit rasa lembut yang halus menyertainya.

Demikianlah perbedaan antara Cappuccino, Latte dan Flat White. Semoga sekarang anda tidak lagi tertipu dengan tampilan jenis kopi disajikan karena anda tahu perbedaanya secara pasti. Silahkan anda buktikan sendiri  saat nongkrong di café-café atau di rumah untuk membuktikanya. Selamat mencoba …